Diet Sehat Agar Tubuh Tidak 'Protes'

SHARE:

Tubuh kerap kali bereaksi keras atau 'protes' jika diet yang sedang dijalani tidak sesuai dengan kondisi atau ketahanan tubuh.


Beragam jenis diet dilakukan oleh para wanita agar mendapatkan tubuh yang ideal. Mulai dari diet alami sampai diet instan pun rela mereka jalani. Namun mereka lupa bahwa tidak semua jenis diet cocok untuk tubuh masing-masing orang. Tubuh kerap kali bereaksi keras atau 'protes' jika diet yang sedang dijalani tidak sesuai dengan kondisi atau ketahanan tubuh.

Bila Anda telah merencanakan memilih satu diet, disarankan untuk terlebih dulu berkonsultasi dengan ahli gizi atau membaca buku panduannya secara teliti, dan dibawah pengawasan dokter.

Perencanaan memang sangat penting dalam menjalankan diet jenis apapun, termasuk dalam hal pemilihan jenis makanan. Diet yang baik akan menekankan pentingnya variasi dalam asupan makanan sehari-hari, mengingat tidak semua bahan makanan memiliki zat gizi yang sama. Kondisi kesehatan seseorang juga perlu dipertimbangkan.

Hati-hatilah dengan diet yang berpantang karbohidrat, karena karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang diperlukan tubuh selain protein, vitamin dan serat.

Berikut beberapa jenis diet dan reaksi yang ditimbulkan dari diet tersebut:



Diet Detoks



Diet Detoks (detoksifikasi) diperkenalkan oleh ahli nutrisi dari Amerika Serikat, Dr. Paula Baillie Hamilton. Tujuan awal dari diet detoks adalah membersihkan usus dari zat-zat berbahaya yang masuk kedalam tubuh lewat makanan, minuman maupun polusi, sekaligus untuk memperbaiki sistem pembuangan tubuh. Namun dalam penggunaannya, lebih banyak digunakan untuk menurunkan berat badan secara drastis.



Pelaku diet ini disarankan hanya mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran selama jangka waktu tertentu, dalam keadaan mentah atau dibuat jus. Jangka waktunya antara 2 (dua) minggu sampai sebulan.



Reaksi tubuh yang ditimbulkan dari diet ini antara lain pusing, lemas, wajah tak segar, dan kehilangan konsentrasi. Perlu diingat bahwa tubuh tidak hanya membutuhkan vitamin dan serat saja, tapi juga karbohidrat sebagai sumber energi, dan protein antara lain untuk pembentukan hormon, sel-sel baru serta untuk kerja otak.



Dengan kandungan serat, vitamin,dan zat antioksidan yang tinggi, sayur dan buah-buahan memang menunjang proses detoksifikasi tubuh. Namun perlu diingat tubuh juga sudah memiliki sistem detoksfikasi sendiri, yang berpusat di lever (hati). Selain itu kebutuhan harian tubuh akan serat hanya berkisar antara 25-30 gr. Karena itu, agar proses detoksifikasi sehari-hari dapat berlangsung lancar, Anda cukup mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin.



Diet Atkins



Diet ini diciptakan oleh Dr. Robert Atkins. Prinsip diet ini adalah meminimalkan asupan karbohidrat dan gula, serta menggantikannya dengan lebih banyak protein dan lemak. Menurut Atkins, orang-orang yang kelebihan berat badan pada umumnya terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat. Padahal, untuk mendapatkan energi, tubuh akan terlebih dahulu membakar karbohidrat daripada lemak. Apabila asupan karbohidrat diminimalkan, tubuh akan langsung membakar lemak yang ada, sehingga metabolisme tubuh meningkat. Alhasil, berat badan bisa turun dengan cepat namun dengan cara yang natural.



Karena diet ini merupakan diet rendah karbohidrat, bisa saja memicu rasa letih berlebihan, sakit kepala, dan rasa tidak enak pada tubuh. Tapi bagi orang-orang tertentu, bisa saja sepintas lalu tak terasa ada gangguan apapun. Tapi bukan berarti Anda lantas boleh tenang-tenang saja.



Jika dilakukan dengan ceroboh dan salah kaprah, diet ini sangat potensial dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Pasalnya diet ini tidak menghitung kebutuhan kalori seseorang, sehingga timbul anggapan keliru bahwa pelakunya boleh mengkonsumsi lemak atau minyak sesukanya. Padahal lemak yang dimaksud oleh Atkins adalah lemak baik (lemak tak jenuh). Bila “lemak” lantas diterjemahkan sebagai bebas mengkonsumsi gorengan atau jeroan, itulah anggapan yang salah dan berbahaya.



Jika ingin menjalankan diet ini, Anda harus rutin mengontrol kadar kolesterol dalam darah dan tekanan darah Anda.[next]



Diet South Beach



Diet ini pertama kali diperkenalkan oleh kardiolog Dr. Arthur Agatston dari AS. Awalnya didesain untuk penderita penyumbatan pembuluh darah jantung, namun pada akhirnya malah lebih populer untuk menurunkan berat badan yang ampuh.



Diet ini harus dijalankan dalam 3 (tiga) fase. Fase pertama berlangsung selama 2 (dua) minggu, pelaku diet harus total menghindari karbohidrat yang mengandung kadar glikemik tinggi. Seperti gula, susu, permen, roti, nasi, kentang, buah-buahan dan sereal. Namun tidak dilarang mengkonsumsi daging, ikan, telur, keju, sayuran dan kacang-kacangan dalam porsi yang normal.



Fase kedua, Anda mulai boleh mengkonsumsi karbohidrat berglikemik sedang, misalnya ubi jalar, sampai berat badan yang diinginkan tercapai.

Fase ketiga adalah fase mempertahankan berat badan. Pada fase ini, Anda sudah dibolehkan melahap sedikit roti gandum dan beberapa potong buah-buahan.



Meski diet ini termasuk diet rendah karbohidrat, tapi lebih menitikberatkan pembedaan jenis-jenis makanan sesuai kadar glikemik karbohidrat. Pada tahap awal diet South Beach ini bisa saja memicu konstipasi atau susah buang air besar, sebagai akibat pantangan makan buah-buahan pada 2 (dua) minggu pertama. Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih yang cukup selama menjalankan diet ini.



Diet Food Combining



Menurut diet yang diciptakan oleh Dr. William Howard Hay ini, makanan yang disantap harus diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh manusia. Gunanya untuk meringankan kerja pencernaan sekaligus efisiensi pemakaian energi.



Disebut food combining, karena kita harus pandai menyelaraskan asupan makanan yang menurut Dr. Hay dikategorikan dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu:
  • Makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging, ikan, telur, keju, dll
  • Makanan pembentuk basa seperti buah-buahan dan sayuran
  • Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti beras, gandum, roti, mie, dll.

Diet ini menganjurkan agar kita menggabungkan kelompok karbohidrat dengan kelompok pembentuk basa, atau kelompok protein dengan kelompok pembentuk basa. sebaliknya dilarang menggabungkan kelompok protein dengan kelompok karbohidrat, karena akan menghambat proses penyerapan gula (dari karbohidrat), sehingga bisa mengganggu stabilitas kadar gula dalam tubuh. Penggabungan makanan yang tepat akan menghasilkan kadar asam dan basa yang seimbang, sehingga proses pencernaan dan metabolisme berjalan lancar.

Sejauh semua zat gizi tercukupi, mestinya tidak ada reaksi tubuh yang negatif. Sejauh ini belum banyak dilakukan penelitian menyangkut diet ini dalam kaitannya dengan usaha penurunan berat badan. Hal itu menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan diet konvensional biasa.

Bagaimanapun jenis diet yang ditawarkan, tetap dianjurkan untuk melakukan latihan fisik atau olahraga sebagai penunjang proses penurunan berat badan. Ada pula beberapa prinsip yang bisa Anda perhatikan untuk menjaga kesehatan tubuh, diantaranya:

  • Porsi makanan yang cukup, tidak berlebihan.
  • Keseimbangan gizi, yakni memiliki semua unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  • Mengendalikan selera. Tidak semua makanan yang disukai dibutuhkan oleh tubuh, malah bisa jadi berbahaya bagi tubuh.
  • Proses memasak perlu diperhatikan. Umumnya orang Indonesia menyukai makanan yang digoreng, padahal makanan yang digoreng menyumbang lemak ekstra yang tidak sedikit bagi tubuh. Selain itu sering terjadi pemahaman yang salah kaprah. Misalnya sepotong daging yang diungkep dengan bumbu dianggap lebih berbahaya disbanding sepotong tempe yang digoreng. Padahal, lemak yang terkandung pada tempe yang digoreng tersebut lebih tinggi dan berbahaya.



COMMENTS

Nama

bakery,1,Cake,2,Choco Oat,1,Dapur Cantik,3,DAPUR UTAMA,8,Dessert,3,Gorengan,1,Hiburan,3,KESEHATAN,9,Kue Basah,1,Kue Kering,3,Kurma,1,Masakan,1,Oatmeal,1,Peralatan Dapur,3,Pernak Pernik,1,Resep Kue Kering,3,Step By Step,2,Tanpa telur,1,Tau Gak Sih,3,Tips,2,Tradisional,5,Trending Topic,2,Ubi,1,ungu,1,Unik,5,
ltr
item
Dapur Online ~ Resep masakan dan kue terkini: Diet Sehat Agar Tubuh Tidak 'Protes'
Diet Sehat Agar Tubuh Tidak 'Protes'
Tubuh kerap kali bereaksi keras atau 'protes' jika diet yang sedang dijalani tidak sesuai dengan kondisi atau ketahanan tubuh.
https://4.bp.blogspot.com/-NbVknOwSEg0/WbJYnGa12GI/AAAAAAAANg0/YCMt8gqzBWY9id1RIVg90PFLYV-uZ6PTQCLcBGAs/s400/diet-sehat-dapur-online.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-NbVknOwSEg0/WbJYnGa12GI/AAAAAAAANg0/YCMt8gqzBWY9id1RIVg90PFLYV-uZ6PTQCLcBGAs/s72-c/diet-sehat-dapur-online.jpg
Dapur Online ~ Resep masakan dan kue terkini
http://www.dapur.online/2017/09/diet-sehat-agar-tubuh-tidak-protes.html
http://www.dapur.online/
http://www.dapur.online/
http://www.dapur.online/2017/09/diet-sehat-agar-tubuh-tidak-protes.html
true
1452052261751174071
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts + Index Baca berita... Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES POSTS View All Disarankan untuk anda Kategori ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy